00.11
0

Dalam sebuah perjalanan dinas, seorang manajer dan stafnya yang masih muda menumpang kereta api juru ekonomi sekarang). sementara kreta api berjalan, keempat orang ini mencoba menyesuaikan diri dengan membuka percakapan.

percakapan mulai terbuka, hingga tanpa terasa kreta yang mereka tumpangi mulai memasuki terowongan. entah mengapa , lampu dalam kreta tiba-tiba tidak menyala. tak ayal lagi, seluruh gerbong menjadi gelap gulita.

untuk beberapa lama, keempat orang ini dan tentunya penumpang lain diliputi kegelapan total.mereka hanya ditemani oleh deru lokomotif serta bunyi deru kreta api., keempat orang yang duduk berdekatan itu mendengar dua suara lain yang cukup keras, yakni sebuah ciuman dan sebuah tampran.

setelah melewati terowongan yang gelap tersebut, keempat orang tersebut menerjemahkan suara ciuman dan tamparan tadi dengan persepsi masing-masing.

si wanita muda berpikir , saya merasa tersanjung, manajer yang berdasi  di depan saya ini telah mencium saya, namun saya sangat malu karena nenek menamparnya.

sedangkan nenek berpikir, "saya kesal karena orang muda itu mencium cucu saya, tetapi saya bangga karena cucu saya punya keberanian untuk membalasnya"

dipihak lain, sang menajer duduk diam sambil berpikir," staf saya telah menunjukkan keberanian yang besar untuk mencium gadis yang baru saja dikenalnya, tetapi mengapa wanita tersebut keliru menampar saya?"

Tampaknya hanya staf itu satu-satunya orang yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi, sebab dalam waktu bersamaan dia mempunyai kesempatan untuk mencium seorang gadis cantik sekaligus manajernya.

orang bijak pernah membagi tiga jenis manusia.
pertama, manusia bodoh, yakni mereka yang selalu melalaikan dan mengesampingkan setiap kesempatan yang ada.
kedua, manusia baik, yakni mereka yang selalu mengambil kesempatan yang datang kepadanya.
sedangkan jenis manusia ketiga adalah manusia bijak, yakni mereka yang selalu mencari kesempatan yang memungkinkan dirinya untuk berkembang tanpa harus banyak menunggu.

Dimanakah kesempatan itu? di luar atau di dalam diri. kesempatan sebenarnya bukan berada di luar diri manusia. Kesempatan yang hakiki justru berada dalam individu tersebut. Artinya,respon kita terhadap peristiwa yang terjadi yang menggiring pemaknaan kita apakah itu kesempatan atau bukan. proses pemaknaan dan pengambilan sesuatu itu sebagai suatu kesempatan atau bukan. proses pemaknaan dan mengambil sesuatu itu sebagai suatu kesempatan atau peluang tidak semata-mata ditentukan oleh jenjang pendidikan atau jabatan, melainkan melalui cara kita memandang. oleh karena itu, dalam kenyataannya ada dua jenis manusia yang dapat memaknai fenomena yang ada sebagai suatu kesempatan, yakni oppurtunist atau adventurer.

sebagai contok, ada begitu banyak kejadian dimana orang memanfaatkan kesempatan menjarah barang-barangn orang yang mengalami kecelakaan sedangkan si pemilik sedang sekarat. atau dalam kejadian lain, seseorang bisa bergabung dalam kelompok atau klub tertentu hanya untuk mencari kesempatan bagaimana supaya keinginan, ambisi, serta popularitas dirinya terangkat. orang-orang yang memanfaatkan kesempatan dengan niat yang tulus bahkan cenderung mengorbankan orang lain, inilah yang dikenal dengan kaum opportunist. ketika orang lain memandang suatu kejadian atau fenomena sebagai ajang untuk melayani orang lain, justru cara pandangyang negatif mengatakan dan mendorong dirinya untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya.

sebaliknya, mereka yang mampu memanfaatkan kejadian yang ada sebagai sarana untuk membangun  dirinya dan orang lainmaupun perusahaan adalah mereka yang dikenal dengan kaum adventurer. mereka bahkan mampu  melihat apa yang tidak di mata orang lain menjadi mungkin. masih segar dalam ingatan kita suatu pepatah indah yang pernah menjadi goresan tinta emas di dunia kewirausahaan, ribuan orang melihat apel jatuh, namun hanya isaac newton yang bertanya:mengapa?
Next
This is the most recent post.
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

"terima kasih telah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar"